Wednesday, 26 October 2016

Apa itu focal length?

Misalkan kita melihat Monas lewat sebuah pipa paralon yang panjang, tentu pandangan kita akan terbatas dan sempit. Mungkin yang kelihatan haya pucuk Monas. Kita potong pipa tersebut menjadi lebih pendek, pandangan menjadi lebih luas, kita dapat melihat keseluruhan Monas. Semakin panjang focal length, semakin sempit pandangan. 

Focal length adalah jarak titik bakar lensa ke sensor dalam kamera. Dihitung dengan satuan mm. Jadi, sebuah lensa disebut sebagai lensa 35mm, maka jarak titik bakar lensa ke sensor adalah 35mm.


Berdasarkan focal length dan angle of view nya, lensa di bagi-bagi menjadi beberapa kategori :

=> Ultra wide-angle : antara 8mm sampai 16 mm
=> Wide angle : antara 16mm-35mm.
=> Normal : antara 35mm-80mm.
=> Telephoto : antara 80mm-200mm.
=> Super Telephone : antara 200mm-800mm.

Demikian ulasan tentang focal length, semoga bermanfaat.... 

Tuesday, 25 October 2016

ANATOMI KAMERA DSLR

     'DSLR' merupakan akronim dari Digital Single Lens Reflex. Kamera single Lens Reflex SLR adalah kamera yang me ggunakan mirror dan sistem prisma untuk merefleksikan gambar yang masuk ke lensa agar sang pemotrt dapat melihat langsung gambar yang akan terekam. DSLR adalah kamera SLR yang menggunakan sensor Digital sebagai pengganti film. 


     Tiap-tiap komponen itu memiliki fungsi yang berbeda-beda dalam menciptakan gambar. Mari kita bahas satu persatu:


LENSA

     Lensa bagaikan mata bagi kamera, apa yang di tangkap dari lensa,  akan terekam oleh kamera. Misal lensa di pasangi filter, akan sama hal nya dengan kita menggunakan kacamata. Kacamata hitam membuat pemandangan lebih gelap atau pun kacamata dengan warna biru membuat pandangan kita akan kebiruan.

     Ada dua kategori lensa kamera, yaitu prime lenses dan zoom lenses. Prime lenses adalah lensa-lensa yang memiliki focal length yang fixed, atau tidak dapat di ubah -ubah, karena tidak dapat di ubah seringkali disebut ''Lensa Fixed''. Misalkan,  sebuah lensa 50mm hanya memiliki satu angle of view atau pandangan kamera yang di lihat oleh lensa. Sementara zoom lenses memiliki jara focal lenght yang bervariasi. Sebuah lensa 20-70mm memiliki focal lenght dari 20mm sampai 70mm, maka dari itu zoom lenses memiliki angle of view yang bervariasi pula. Demikian sedikit ulasan ANATOMI KAMERA DSLR, semoga bermanfaat buat teman-teman semua... 

SEJARAH ANATOMI KAMERA DSLR

    Alat yang paling mendasar dan utama yang di pakai oleh seorang sinematografer adalah kamera. Maka, sangat diperlukan untuk mengetahui dan akrab dengan pengoprasian kamera, sebelum kita dapat bereksplorasi dengan aspek kreatif sinematografi. Kamera terdiri dari komponen-komponen berbeda, dan tiap tipe memiliki desain yang berbeda pula. Seiring majunya teknologi dan inovasi yang terus dilakukan dalam pengembangan kamera, membuat pengoperasian kamera dengan cepat berubah. 

     Sebelum munculnya kamera DSLR yang dapat merekam video, pembuatan film hanya memiliki dua pilihan. Menggunakan film atau kamera video  tradisional. Kamera video saat itu dianggap lebih inferior di banding film karena kurangnya kemampuan merekam dalam situasi kurang cahaya. Kamera video juga dianggap tidak dapat menciptakan 'look' yang sinematik seperti halnya kamera film. 


     Pada tahun 2008, Nikon meluncurkan kameraDSLR D90, kemudian disusul oleh Canon dengan 5D Mark II. Keduanya adalah kamera yang ditunjukan untuk fotografi still, namun terdapat fitur merekam video didalamnya. Kamera DSLR langsung digemari oleh pembuat film karena memiliki fungsi yang memungkinkan mereka untuk membut 'look' sinematik dengan pilihan lensa yang lebih variatif. Kamera DSLR dengan cepat menjadi kamera standar pembuatan film independen maupun produksi film low-budget. Demikian catatan sayaa tentang sejarah anatomi kamera DSlR, semoga bermanfaat bagi teman-teman semu. 

Monday, 24 October 2016

Jobdesc Departemen Sinematografi

Jobdesc Departemen Sinematografi
Dalam proses pmbuatan film, seorang Sinematografer dibantu
oleh Juru Kamera (Camera Operator ), Asisten Penata Kamera
1, Asisten Penata Kamera 2, Gaffer, Key Grip dan Best Boy .
- Juru Kamera ( Camera Operator ) secara teknis melakukan
perekaman visual dengan kamera dalam produksi film
dibawah arahan sinematografer dan bertanggung jawab
kepadanya.
- Asisten Penata Kamera 1 (Focus Puller ) secara teknis
membantu sinematografer atau juga juru kamera dalam
melaksanakan tugasnya, antara lain pemasangan tiap bagian
dari kamera hingga siap digunakan (rigging ), mengatur fokus
sesuai kebutuhan shot, memundahkan dan menempatkan
kamera sesuai arahan juru kamera atau sinematografer.
- Asisten Penata Kamera 2 secara teknis membantu asisten
penata kamera 1 mengerjakan tugas yang bersifat fisik. Tak
lain seperti mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan untuk
rigging , mempersiapkan pergantian lensa atau filter sesuai
kebutuhan, dan juga menjaga keamanan peralatan dan sarana
penunjang depertemen kamera (seperti kamera, lensa, tripod,
dsb). Selain itu, ia juga beratnggung jawab dalam
memindahkan data hasil syuting untuk ditindak lanjuti oleh
departemen editing (loader)
- Gaffer juga kadang disebut sebagai chief electrician / chief
lighting , adalah seseorang yang bertanggung jawab terhadap
penataan cahaya yang dibawahi langsung oleh sinematografer.
- Best boy merupakan asisten gaffer yang membantu men-set
tata pencahayaan yang diinginkan gaffer.
- Key Grip adalah seseorang yang bertanggung jawab
memenuhi kebutuhan peralatan pendukung kamera guna
mewujudkan pencapaian gambar yang diinginkan
sinematografer. Tak lain seperti mempersiapkan dolly , crane -
alat penunjung camera movement.
Namun, anggota di dalam departemen sinematografi
tergantung sistem produksi yang terdapat di sebuah proses
pembuatan film. Seperti sebuah proses pembuatan film
panjang yang berorientasi pasar tentunya seseorang
sinematografer dapat membentuk timnya seprofesional
mungkin. Berbeda dengan produksi film komersil, produksi
film independen dengan budget yang biasanya minim
membuat seorang sinematografer berfikir ulang mengenai
jumlah kru yang ia butuhkan.

Tahapan kerja Sinematografer

Tahapan-tahapan kerja Sinematografer
Pada saat praproduksi:
- Menganalisa skenario dan membangun         konsep sinematografi yang terdiri dari            look dan mood
- Mendiskusikan konsep look dan mood bersama dengan
sutradara dan penata artistik, dimana konsep dari ketiga divisi
ini dileburkan menjadi konsep visual.
- Memilih dan menentukan tim departemen kamera yang
dianggap memiliki keahlian dalam bidangnya.
- Setelah memilih tim departemen kamera, mengkoordinasi
tim untuk melakukan uji coba kamera, lensa, dan segala alat
penunjang kamera yang dibutuhkan.
- Mengikuti reccee yang dijadwalkan oleh tim produksi guna
memahami lokasi syuting.
- Merangcang floorplan untuk memahami blocking kamera dan
lighting yang digunakan pada proses syuting.
Pada saat produksi:
- Mengarahkan sudut pengambilan untuk menghasilkan
perekaman visual, sehingga tercapai kualitas teknik, artistik,
dan dramatik sesuai konsep visual.
- Mengarahkan dan menjaga kesinambungan visual/
continuity .
- Mengkoordinasikan teknik perekaman visual kepada tim
departemen kamera.
- Memeriksa laporan kamera (camera report ) dan
kesinambungan tata cahaya.
- Memberikan informasi yang terkait dengan hasil perekaman
visual kepada tim bagian pascaproduksi.
- Mempersiapkan seperangkat strategi cadangan apabila
rencana pertama tidak dapat dijalankan.
Pada saat pascaproduksi
- Ikut terlibat dalam proses pewarnaan (color grading ) untuk
pencapaian artistik

APA ITU SINEMATOGRAFER??? dan Apa bedanya sinematografer dan Pengarah fotografi (Director of Photography)?

 
  Sinematografi atau pengarah fotografi (Director of Photografhy) adalah karyawan film dan televisi profesional yang memimpin dan mengarahkan perekaman unsur visual dengan kamera, baik mekanik maupun elektronik, ia bertanggung jawab terhadap kualitas fotografi dan pa dangan sinematik (cinematic look) dari sebuah film. 

Apa bedanya sinematografer dan Pengarah fotografi (Director of Photography)? 


Terdapat beberapa orang yang percaya itu cuma masalah penyebutan saja, di mana pada awalnya cinematographer lebih dikenal di inggris sedangkan director of photography lebih dikenal di Amerika Serikat. Toh ada juga yang meyakini hal ini tergantung mereka yang bertanggung jawab terhadap visual ingin disebut seperti apa, apakah sinematografer atau pengarah fotografi? 

Namun, terdapat beberapa orang yang berpandangan ini bukan hanya permasalahan penyebut saja. Ada yang berpandangan sinematografer adalah mereka yang mengoperasikan kameranya sendiri saat syuting, sedangkan pengarah fotografi adalah mereka yang mempercayai pengolrasian kamera pada juru kamera. 

Namun hasil keputusan rapat sinematografer Indonesia (S) 1 pada 2014 lalu, mereka membuat distingsi tersendiri antar kedua kata ini. Sinematografer lebih kepada mereka yang telah memfokuskan diri menjadi penanggung jawab visual sebuah film layar lebar (feature film), sedangkan Pengarah Fotografi lebih kepada mereka yang memfokuskan diri pada film pendek/video musik/ iklan/ dokumenter. https://sinematografi14.blogspot.co.id/2016/10/apa-itu-sinematografer-dan-apa-bedanya.html?m=1

DEPARTEMEN SINEMATOGRAFI

   Sebelum memahami lebih jauh aspek-aspek dasar dari keilmuan sinematografi, alangkah baiknya bila kita memahami terlebih dahulu apa yang di maksud dengan Departemen Sinematografi. 
 Deparyemen Sinematografi merupakan satu dari tujuan departemen penting dalam dalam proses pembuatan sebuah film,  enam departemen lainya itu diantaranya departemen penyutradaraan, penulisan skenario, departemen produksi, departemen artistik, departemen suara, dan departemen editing.


   Departemen Sinematografi merupakan gabungan dua kata terpisah 'departemen' dan 'sinematografi'.  Sinematografi sendiri dapat diartikan sebagai seni dan tkhnologi gambar bergerak.  Jadi dapat di simpulkan, departemen sinematografi merupakan departemen di dalam sebuah pembuatan film yang bertanggung jawab langsung kepada proses perekaman gambar bergerak baik dari segi seni maupun tekhnik (tekhnologi).


      Departemen sinematografi dikepalai oleh sinematorgrafer atau pengarah Fotografi (Director of Photography),  di mana dalam pembahasan selanjutnya akan di jelaskan peran dan tanggung jawab seorang sinematografer dalam proses pembuatan film. Selain itu, apa saja yang mesti ia perhatikan dari awal produksi, produksi hingga pascaproduksi.  Namun mesti kita ketahui, dalam proses pembuatan Sinematografer tidak berkerja sendirian, terdapat beberapa jajaran di bawah sinematografer yang siap sedia membantunya dalam menciptakan imaji yang di inginkan. Jajaran itu di mulai dari Juru Kamera (Camera Oprator), Asisten Kamera I, Asisten Kamera II, Gaffer, Key Grip, dan Best Boy.  Demikian ulasan tentang Departemen Sinematografi semoga bermanfaat...