Monday, 24 October 2016

Jobdesc Departemen Sinematografi

Jobdesc Departemen Sinematografi
Dalam proses pmbuatan film, seorang Sinematografer dibantu
oleh Juru Kamera (Camera Operator ), Asisten Penata Kamera
1, Asisten Penata Kamera 2, Gaffer, Key Grip dan Best Boy .
- Juru Kamera ( Camera Operator ) secara teknis melakukan
perekaman visual dengan kamera dalam produksi film
dibawah arahan sinematografer dan bertanggung jawab
kepadanya.
- Asisten Penata Kamera 1 (Focus Puller ) secara teknis
membantu sinematografer atau juga juru kamera dalam
melaksanakan tugasnya, antara lain pemasangan tiap bagian
dari kamera hingga siap digunakan (rigging ), mengatur fokus
sesuai kebutuhan shot, memundahkan dan menempatkan
kamera sesuai arahan juru kamera atau sinematografer.
- Asisten Penata Kamera 2 secara teknis membantu asisten
penata kamera 1 mengerjakan tugas yang bersifat fisik. Tak
lain seperti mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan untuk
rigging , mempersiapkan pergantian lensa atau filter sesuai
kebutuhan, dan juga menjaga keamanan peralatan dan sarana
penunjang depertemen kamera (seperti kamera, lensa, tripod,
dsb). Selain itu, ia juga beratnggung jawab dalam
memindahkan data hasil syuting untuk ditindak lanjuti oleh
departemen editing (loader)
- Gaffer juga kadang disebut sebagai chief electrician / chief
lighting , adalah seseorang yang bertanggung jawab terhadap
penataan cahaya yang dibawahi langsung oleh sinematografer.
- Best boy merupakan asisten gaffer yang membantu men-set
tata pencahayaan yang diinginkan gaffer.
- Key Grip adalah seseorang yang bertanggung jawab
memenuhi kebutuhan peralatan pendukung kamera guna
mewujudkan pencapaian gambar yang diinginkan
sinematografer. Tak lain seperti mempersiapkan dolly , crane -
alat penunjung camera movement.
Namun, anggota di dalam departemen sinematografi
tergantung sistem produksi yang terdapat di sebuah proses
pembuatan film. Seperti sebuah proses pembuatan film
panjang yang berorientasi pasar tentunya seseorang
sinematografer dapat membentuk timnya seprofesional
mungkin. Berbeda dengan produksi film komersil, produksi
film independen dengan budget yang biasanya minim
membuat seorang sinematografer berfikir ulang mengenai
jumlah kru yang ia butuhkan.

No comments:

Post a Comment