Tuesday, 25 October 2016

SEJARAH ANATOMI KAMERA DSLR

    Alat yang paling mendasar dan utama yang di pakai oleh seorang sinematografer adalah kamera. Maka, sangat diperlukan untuk mengetahui dan akrab dengan pengoprasian kamera, sebelum kita dapat bereksplorasi dengan aspek kreatif sinematografi. Kamera terdiri dari komponen-komponen berbeda, dan tiap tipe memiliki desain yang berbeda pula. Seiring majunya teknologi dan inovasi yang terus dilakukan dalam pengembangan kamera, membuat pengoperasian kamera dengan cepat berubah. 

     Sebelum munculnya kamera DSLR yang dapat merekam video, pembuatan film hanya memiliki dua pilihan. Menggunakan film atau kamera video  tradisional. Kamera video saat itu dianggap lebih inferior di banding film karena kurangnya kemampuan merekam dalam situasi kurang cahaya. Kamera video juga dianggap tidak dapat menciptakan 'look' yang sinematik seperti halnya kamera film. 


     Pada tahun 2008, Nikon meluncurkan kameraDSLR D90, kemudian disusul oleh Canon dengan 5D Mark II. Keduanya adalah kamera yang ditunjukan untuk fotografi still, namun terdapat fitur merekam video didalamnya. Kamera DSLR langsung digemari oleh pembuat film karena memiliki fungsi yang memungkinkan mereka untuk membut 'look' sinematik dengan pilihan lensa yang lebih variatif. Kamera DSLR dengan cepat menjadi kamera standar pembuatan film independen maupun produksi film low-budget. Demikian catatan sayaa tentang sejarah anatomi kamera DSlR, semoga bermanfaat bagi teman-teman semu. 

No comments:

Post a Comment